Perbedaan Busi Standart dan Iridium



Tips memilih busi mana yang lebih bagus untuk motor dari sekian banyak tipe busi dari nikel, iridium, platinum. Pertimbangan meilih busi bukan dari daya hantar listriknya namun daya tahan terhadap panas yang di hasilkan dari tegangan listrik hingga daya tahan terhadap temperatur pembakaran mesin.

Jika makin tinggi tiitk lebur maka makin bagus kualitas busi, bila dipilih pada penghantar listrik maka kualitas busi platinum, iridium maupun emas kalah bagus dibanding tembaga atau cooper. 

Titik lebur tertinggi dipegang oleh iridium (2400 derajat celcius), platinum ( 1900 derajat celcius), nikel (1400derajat celcius), emas (1100derajat celcius) dan perak (800 derajat celcius).

Busi standart memakai bahan nikel, sedangkan untuk busi racing mamakai bahan platinum dan iridium, dari perbedaan bahan baku yang di pakai tentu berpengaruh terhadap kualitas busi yang di pakai. 

Busi berbahan nikel sanggup menyalurkan tegangan 10.000-12.000 volt. .Platinum sanggup menyalurkan dari 8.000 volt sampai 15.000 volt,sedangkan Iridium dari 5.000 volt sampai 18.000 volt.


Dari data di atas terlihat bahwa busi tipe iridium memiliki kemampuan menerima arus tegangan tinggi maupun rendah, yang paling penting harus di perhatikan pemakaian kiol. Jika koli yang dipakai racing hendaknya memakai busi iridium jika mamakai busi standart nikel tidak tahan terhadap tegangan tinggi yang berakibat busi akan meleleh. 

Dalam pemilihan busi kita mengenal istilah busi panas dan busi dingin, kita harus tahu mana yang cocok untuk kendaraan kita.

Busi panas yakni busi yang mempunyai kapasitas menyerap dan melepas panas pada sistem pendinginan lebih lambat daripada busi standarnya. 

Busi panas bekerja pada temperatur area bakar yang tinggi, akan tetapi kalau temperatur area bakar memperoleh atau melebihi 850 derajad celcius, jadi akan terjadi proses detonasi di mana bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya saat busi belum memercikkan bunga api. 

Ini dapat merusak kompoenen seperti piston, connecting rod dan kerusakan pada crankshaft. Busi dingin yaitu busi yang mempunyai kapasitas menyerap dan melepas panas pada sistem pendinginan lebih cepat daripada busi standarnya. 

Busi dingin ini akan bekerja pada temperatur area bakar yang lebih rendah, akan tetapi kalau temperatur area bakar sangat rendah sampai di bawah 400 derajad celcius, jadi akan terjadi proses carbon fouling bahan bakar tidak terbakar habis sehingga akan menumpuk pada busi dan ruang bakar.

No comments

Powered by Blogger.