Membaca Kode Batrei Aki (Accu) dan Komponennya

Tidak ada salahnya kita mengetahui kode batrei yang kita beli, baterai aki merupakan komponen kelistrikan yang berfungsi menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akan di gunakan untuk menyuplai arus listrik ke bagian sistem kelistrikan seperti penerangan, motor starter, pengapian dan komponen listrik lainnya. Baterai yang beredar sekarang ini ada dua macam yakni tipe basah dan tipe kering.

Kedua tipe baterai mempunyai fungsi yang sama, namun dari segi perawatan baterai aki basah membutuhkan banyak perawatan di bandingkan batrei kering. Untuk merawat baterai kita perlu mengenal bagian bagian baterai terlebih dahulu. 



Keterangan
1. Terminal Posisitif : Tempat kabel positif di hubungkan

2. Terminal negatif : Tempat kabel negatif di hubungkan

3. Tutup ventilasi: Berfungsi membuang gas yang menguap selama terjadinya proses               pengisian batrei, tutup ventilasi ini juga berfungsi sebagai menambah cairan aki jika             berkurang.

4. Elektrolit : bereaksi secara kimia dengan plat kutub untuk mengisi dan mengosongkan         listrik.

5. Sel : Bagian batrei yang berfungsi untuk membangkitkan energi listrik setiap sel akan           membangkitkan energi 2.1 volt jika ada 6 sel maka listrik memiliki tegangan sekitar 12.6       volt

6. Plat kutub : Terdiri dari plat negatif dan positif.

Mengenali kode identitas baterai aki
Baterai aki memiliki kode yang mempunyai makna arti tertentu yang di gunakan untuk mengetahui identitas batrei menunjukkan ukuran, kapasitas penyimpanan listrik. Misalnya terdapat kode batrei NS40ZLS.

Huruf  N = berarti Normal

Huruf kedua S = merupakan pengurangan daya aki sebesar 20%.

Kode 40 = adalah angka utama daya.

Huruf Z = yakni penambahan daya aki sekitar 10% setelah dikurang huruf ‘S’ pertama.

Huruf L= artinya “left”, yang menandakan pole (posisi kutup kepala aki (-) berada disebelah kiri).

Terakhir huruf S= menandakan aki memiliki pole besar.

NS60 : 60 Ah – 20% = 48 Ah

Perkembangan jaman yang semakin maju, type aki baru bermunculan, namun menggunakan kadar ampere yang sama, hanya pada perubahan kodenya saja. Seperti, 35B24R merupakan kode pengganti NS40Z, yang artinya 35 = 35Ah, B = kode pabrik, 24 = panjang 24 cm, dan R= Right (kanan).

Kode Aki Yuasa
Misal Aki Yuasa memiliki 7 digit kode 2106049. Dua nomor paling kiri kode hari, dua angka berikut tanda bulan produksi, dua angka berikut tahun produksi, dan angka terakhir kode negara produksi. Artinya Aki diproduksi hari ke-21, di bulan ke-6, di tahun 2004, dan diproduksi di Indonesia.
Kode Aki GS
Sedikit berbeda dengan kode di GS dengan 6 digit yang memiliki kode 20B4B5. Tanggal produksi di dua nomor pertama. B berarti dibikin November. GS memberi kode untuk bulan Januari- September menggunakan angka 1 sampai 9. Untuk Oktober-Desember menggunakan kode A sampai C. Angka 4 berarti tahun produksi. Sedangkan B5, waktu shift produksi di pabrik dan di line dimana aki dibuat.
Penyimpanan dan perawatan aki
1. Aki yang belum dipakai tidak boleh diisi accu zuur.


2. Jangan ditaruh di tempat lembab.


3. Aki simpan di tempat kering dan tidak terkena matahari secara langsung, kelembapan           dan panas berlebih bisa membuat sel-sel aki bereaksi.


4. Pada saat membeli Aki dengan kode produksi sebaiknya sebelum 4 bulan terakhir.


Umur aki sebenarnya dimulai saat aki diisi accu zuur. Pada saat itu, sel-sel aki sudah mengalami proses reaksi kimia. Semua tergantung kondisi pemakaian dan perawatan bisa tahan hingga 2 tahun. Jadi umur aki dihitung sejak pertama kali accu zuur menyentuh sel aki .

Beberapa hal diatas adalah cara membaca kode baterai dan perawatannya. Ketika membeli baterai, gunakan baterai yang mempunyai kode yang sama seperti yang terpasang pada kendaraan anda, agar dapat terpasang dengan baik. Semoga berguna... 

No comments

Powered by Blogger.