Jorge Lorenzo Tuding Ada Konspirasi di Balik Pelarangan Winglet

Ducati
Ducati

Jorge Lorenzo pelarangan winglet di MotoGP merupakan konspirasi yang bertujuan untuk menjatuhkan Ducati. Ducati merupakan pabrikan pertama sejak tahun 2015 telah mengembangkan winglet untuk memaksimalkan kecepatan motor saat memasuki tikungan untuk mengurangi understeer. Pelarangan winglet disebabkan oleh faktor keamanan dimana motogp saat race winglet motor ada yang menyentuh salah satu pembalap pada bagian punggung.

Dimana bentuk winglet yang meruncing sangat membahayakan bagi pembalap. Pabrikan lain terus mendesak terutama pabrikan jepang agar penggunaan komponen yang ditujukan untuk menambah aerodinamis motor itu dilarang mulai musim 2017. Mempertimbangkan keselamatan pembalap dan mencegah pembengkakan dana yang harus dikeluarkan tim dimana pengembangan winglet mebutuhkan dana yang tidak sedikit, Komisi GP akhirnya secara resmi melarang regulasi tentang winglet tersebut.

Winglet menjadi komponen yang sangat penting bagi motor Ducati GP16, karena berfungsi untuk mengurangi understeer pada motor ducati dan memperoleh grip pada roda depan dengan adanya gaya tekan ke bawah yang dihasilkan oleh udara yang mengalir pada saat kecepatan tinggi dan mengurangi wheelie, sehinggga akan membuat lebih stabil.

Ducati menjadi pabrikan yang paling dirugikan dengan keputusan pelarangan winglet. Direktur teknik Ducati Giggi Dall’Igna mengatakan bahwa winglet sama sekali tak berbahaya untuk keselamatan. Ia menilai keselamatan hanya dijadikan isu untuk melarang penggunaan winglet.

 “Dengan winglet, kami bekerja lebih keras pada sisi aerodinamika di samping aspek-aspek lainnya yang kami kerjakan belakangan. Mereka menetapkan pelarangan berdasarkan pertimbangan keselamatan yang tidak jelas,” ujar Sporting Director tim Ducati Corse, Paolo Ciabatti.

Komisi sepakat dengan pelarangan winglet musim 2017, penggunaan sayap tambahan (aerodinamis) di kelas MotoGP akan dilarang. Regulasi ini mengikuti di kelas Moto3 dan Moto2 yang melarang penggunaan sayap tambahan.



No comments

Powered by Blogger.