Marc Marquez dan Honda RC213V di Musim 2016.

Marc Marquez


Siapa Yang menyangka Marc Marquez akan  Bisa mengunci Gelar Juara MotoGP 2016 lebih cepat di saat race bersisa 3 seri  dan mengulangi kejadian 2014 dimana Ia memenangkan Gelar ini di depan Petinggi Honda dan Di Track milik Honda, Motegi Circuit .  Di awal tahun 2016,  Honda RC213V Model 2016 boleh dibilang adalah Motor Revolusi dari Motor Honda RC213V 2015.

Perubahan Arah Rotasi dari Crank Shaft Honda RC213V 2016 menjadi Backward Rotating Crankshaft memang sepertinya simple, namun boleh dibilang berefek sangat besar terhadap banyak Hal dari Motor Prototipe ini. Putaran as mesin dari berputar ke depan di revolusi menjadi arah putar kebelakang mengakibatkan motor honda ke hilangan akslerasi pada saat keluar tikungan.

Tidak Ayal Honda RC213V adalah Motor Factory yang paling Menderita  di awal test Pra-musim penggunaan efek ECU yang seragam di tiap pabrikan dari Magneti marelli. . . kehilangan Akselerasi setelah keluar tikungan adalah hal yang paling bikin frustasi. Terlebih Honda RC213V di Musim 2016 ini tidak lagi dimanjakan oleh Software Honda yang bisa membantu banyak Hal.

Santi Hernandez sebagai Chief elektronik Marc Marquez dihadapkan dengan satu Software yang jangankan dikometari oleh Hernandez sendiri, Di komentari oleh seorang Rossi saja seperti Software yang punya kemunduran beberapa tahun ke belakang . .


Dengan segala Fakta yang harus dihadapi, Maka tak ayal Di test Pra Musim pertama di tahun 2016 yakni di Sepang 2016 Honda RC213V terseok-seok dan Kalah 1,3 detik dari Yamaha M1. Lanjut Ke Philip Island Marquez berjaya . . namun Bukan berarti Dalam dua Minggu itu Insinyur elektronik di bawah Pimpinan Santi Hernandez menemukan solusi pengoptimalan dari software Magneti Marelli, namun lebih karena Layout Track dari PI sendiri yang minus stop and Go alias Flowing sehingga menghindarkan Marquez dari Lost Exit Corner acceleration Dan di Sirkuit ini kelemahan RC213V terasa tertutupi.

Dari test Pramusim ini lah juga diketahui Philip Island dan model sirkuit Flowing seperti ini yang bisa jadi keunggulan Honda saat dirundung masalah akselerasi keluar Tikungan ( exit corner acceleration )

Tibalah test terakhir Pramusim yang awalnya diduga adalah saat terakhir Honda menentukan . . akan terus dengan Mesin baru Backward Rotating Crankshaft atau balik lagi ke mesin Forward Rotating Crankshaft 2015 . . . dan ternyata hasil Test Pramusim Qatar ini  memperlihatkan kembali hasil sesungguhnya jika Honda RC213V bertemu dengan sirkuit berkarakter Stop and Go.

Laptime Marc Marquez lebih lambat hampir 0,6 detik dari Jorge Lorenzo di atas Yamaha M1 . . Dan sepertinya melihat beda lebih dari setengah detik ini memunculkan asa yang sempat hilang dari para enginer HRC bahwa ada satu celah yang bisa mereka kerjakan untuk optimalisasi software ini

Hasil test Pramusim terakhir di Losail ini pula memperlihatkan bahwa hadir satu lagi Pabrikan selain Yamaha dan Ducati yang akan jadi calon batu sandungan Honda yakni Suzuki. Yakni Maveric Vinales dengan suzuki GSX-RRnya . .. dan memang terbukti di setengah Musim terakhir 2016 boleh dibilang Suzuki GSX-RR menjelma menjadi Motor yang Kompetitif, boleh dibilang hampir sama kekompetitifannya dengan Honda, Yamaha dan Ducati . . kalau Nggak Kompetitif , kenapa Vinales bisa merebut Podium pertama di Silverstone?

Strategi Jitu Honda : All Rider menggunakan mesin 2016 yang sama
Nah Marc Marquez menyadari dan seluruh Honda menyadari saat 3 hari menjelang Race Day Pertama MotoGP Losail Qatar 2016 dan Mesin RC213V Model 2016 akan di seal / disegel dan tidak boleh ada pengembangan. Cuma ada dua jalan mereka melakukan development yakni menggunakan jalur sasis dan Elektronik. Dan agar Honda Fokus dalam pengembangan dua jalur ini maka Seluruh pasukan Honda Baik itu factory seperti Marquez dan Pedrosa maupun pebalap Satelit Crutchlow, Miller dan Rabat menggunakan Mesin 2016.
Kenapa dibilang ini strategi Jitu ? Karena dengan 5 pebalap memberikan data dengan motor yang sama,  akan ada banyak Data yang masuk ke enginer honda. Memang dipastikan akan ada banyak masalah. Rider rider rookie dengan pengalaman tidak banyak seperti Miller dan Rabat pasti kena banyak masalah .

Bahkan Pedrosa sendiri sempat hampir frustasi di tengah Musim dengan mesin baru ini, kekesalan Pedrosa ini sempat meluap sampai sampai hampir menyalahkan Marquez sebagai pemilih Mesin. Namun Kondisi Team repsol Honda ternyata kondusif terhadap letupan seperti ini.

No comments

Powered by Blogger.